Sosialisasi Modul E-Kemenkeu Fase II Secara Daring

Kantor Wilayah DJBC Jakarta telah melaksanakan P2KP pada hari Jum’at, (19/02). P2KP tersebut disampaikan oleh Adhi Suryana selaku Kepala Subbagian Tata Usaha dan Keuangan dan Ferry Raka Septian dari Bagian Umum.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Video Conference Zoom diikuti oleh seluruh pegawai dan pejabat di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Jakarta. Membahas mengenai Implementasi Modul E-Kemenkeu fase II, pada kegiatan tersebut disosialisasikan beberapa fitur baru seperti Pengelolaan Agenda Pegawai (My Tas) yang terkoneksi dengan aplikasi ABK, pengelolaan kegiatan (Team Task), Pengelolaan Rapat/Event, serta Pengelolaan Lembur. Selain itu juga terdapat Pengelolaan FWS, Nadine, serta Aduan TIK untuk menunjang kegiatan persuratan.

Implementasi E-Kemenkeu ini dilaksanakan mulai 18 Januari 2021. Dengan diadakannya P2KP tersebut diharapkan para pegawai dapat memahami dan mengimplementasikan hal-hal tersebut saat bekerja nantinya.

#beacukaimakinbaik
#kjakberintegritas
#beacukairi
#bckanwiljakarta

Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Pemberian Fasilitas KITE Pengembalian

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) masih terus dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, salah satunya yaitu melalui pemberian fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. Hal ini kemudian dilaksanakan oleh Kantor Wilayah DJBC Jakarta pada hari Senin (15/02) yaitu pemberian izin fasilitas KITE kepada PT Universal Carpets & Rugs. Pemberian izin dilaksanakan hanya 1 jam setelah perusahaan memaparkan proses bisnis dan IT Inventorynya.

PT Universal Carpets & Rugs merupakan perusahaan industri tekstil terpadu yang menghasilkan produk Karpet sajadah dan permadani dengan berbahan dasar Benang BCF (Polypropilene Resin). didirikan sejak tahun 2001, Perusahaan ini memiliki kapasitas produksi karpet hingga hamper 47 ribu meter per tahunnya.

Menurut Direktur PT PT Universal Carpets & Rugs, Jivat H. Khiani, nantinya hasil produksi karpet dan sajadah mereka akan dijual di lokal sebanyak 80% “Sedangkan 20% nya akan kami pasarkan ke 20 negara di Asia dan Amerika”, tambahnya.

Melalui pemberian fasilitas KITE ini, Jivat serta tim dari perusahaannya berharap fasilitas dapat meringankan beban cashflow perusahaan serta membantunya untuk terus berkontribusi terhadap perekonomian negara serta penciptaan lapangan kerja.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jakarta Decy Arifinsjah mengatakan, pemberian fasilitas KITE kepada para pelaku usaha dapat memudahkan mereka baik secara prosedural maupun fiskal, sehingga dapat mendorong kegiatan ekspor dan peningkatan perekonomian yang lebih optimal.

#tradefacilitator
#industrialassisstance
#beacukairi
#beacukaimakinbaik
#bckanwiljakarta

Dorong Ekspor Nasional, Bea Cukai Kanwil Jakarta Tambah Izin Fasilitas KITE

Kantor Wilayah DJBC Jakarta kembali memberikan Fasilitas Kepabeanan yaitu Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) kepada PT Andalan Furnindo pada hari Senin (08/02) di Aula Kantor Wilayah. Pemberian izin dilaksanakan 1 jam setelah pemaparan profil bisnis dan IT Inventory dengan menerapkan protokol kesehatan.

PT Andalan Furnindo merupakan salah satu dari 11 perusahaan gula rafinasi yang ada di Indonesia. Berlokasi di Komplek Pergudangan Marunda Center, Perusahaan ini memulai produksi secara komersial pada bulan Juni 2013. Menurut Indra Suryaningrat selaku direksi bagian FICO HRGA dan SCM, saat ini PT Andalan Furnindo memperoleh bahan baku Raw Sugar dari beberapa negara seperti Thailand, Australia, India dan Brasil serta memiliki kapasitas produksi hingga 1200 MT setiap harinya. “

Menurut Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Tahi Bonar Lumban Raja, dengan adanya Fasilitas KITEyang telah diberikan, dapat memberikan kemudahan bagi para perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, terutama dalam suasana pandemi Covid-19 yang tentunya memberikan dampak kepada para pelaku usaha. “Melalui fasilitas KITE, pelaku usaha akan mendapatkan manfaat berupa kemudahan berupa pengembalian bea masuk, yang dapat menekan cashflow perusahaan sehingga mendorong peningkatan daya saing perusahaan, investasi, dan ekspor nasional,” katanya.

Direktur Utama PT Andalan Furnindo, Wisnu Hendraningrat menyampaikan apresiasi nya atas layanan yang telah diberikan Bea Cukai “Dengan Fasilitas kepabeanan yang telah diberikan kami, kita berharap dapat melakukan ekspor gula kristal rafinasi untuk proses produksi. Target kami pemasaran dapat dilakukan ke industri-industri makanan dan minuman, farmasi, dan industri pengguna lainnya termasuk industri kecil menengah” Paparnya.

#beacukairi
#bckanwiljakarta
#beacukaimakinbaik