Bea Cukai Jakarta Turut Serta Membantu Proses Kedatangan Alat Medis Bantuan dari Tiongkok

Bea Cukai Jakarta turut serta membantu dalam proses pemeriksaan barang bantuan dari Pemerintah Tiongkok, berupa 12 ton peralatan medis untuk penanganan COVID-19 yang diangkut oleh pesawat Hercules TNI AU saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (23/3). Pesawat itu diketahui mengangkut sejumlah alat kesehatan berupa disposable mask, N95 masks, protective clothing, shoe covers, infrared thermometer, dan surgical caps yang dibawa dari Shanghai, Tiongkok, pada akhir pekan lalu .
Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menyampaikan alat-alat kesehatan ini akan segera didistribusikan ke rumah-rumah sakit penanganan Covid-19 guna mendukung perlengkapan tenaga medis. “Ke depan akan dilakukan secara terus menerus pengiriman bantuan alat medis ini, bentuk kerja sama internasional sebagai dukungan negara-negara sahabat dalam menanggulangi covid-19,” ungkap Prabowo.

Menhan kembali menekankan kepada masyarakat untuk self protection atau jaga diri dengan menjaga jarak, rajin mencuci tangan, dan tetap di rumah. “Kita terus memantau situasi ke depan, langkah-langkah pencegahan,seperti imbauan untuk tetap di rumah dapat dilakukan dengan maksimal,” ujarnya.

Terakhir, Prabowo sangat mengapresiasi seluruh dokter, perawat dan tenaga medis dalam penanganan pasien Covid-19. “Kami sangat menghargai para dokter, perawat, mereka adalah pahlawan kita saat ini,” pungkasnya.

Benchmarking dan Transfer Of Knowledge Kehumasan

Dalam rangka meningkatkan kompetensi pegawai serta sinergi antar satuan kerja, Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta telah melakukan Benchmarking Kehumasan ke beberapa Kantor Bea Cukai antara lain KPU Bea Cukai Tipe C Soekarno Hatta, Kantor Wilayah DJBC Banten, Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat, dan KPPBC TMP A Bandung.
Benchmarking serta Transfer Of Knowledge kehumasan ini dilaksanakan pada tanggal 17-18 Februari serta 17-19 Maret 2020.
Selain itu, Kantor Wilayah DJBC Jakarta juga telah menerima kunjungan dari Kantor Wilayah DJBC Maluku pada hari Kamis, 20 Maret 2020. Pada kegiatan tersebut masing-masing kantor saling berbagi ilmu serta pengalaman mengenai beberapa hal seperti program kerja, inovasi kehumasan, proses pembuatan konten kreatif, hingga pengelolaan website.
Diharapkan dengan adanya Benchmarking dan Transfer of Knowledge ini dapat meningkatkan kompetensi masing-masing pegawai kehumasan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya di bidang pelayanan informasi, penyuluhan serta kehumasan.

Pemberian Izin Fasilitas PDPLB kepada PT Orson Indonesia

Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta terus berupaya menjaga agar pemberian layanan kepada pengguna jasa tetap berjalan dengan semestinya. Kamis, (12/3) Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta memberikan Izin Fasilitas Pengusaha sekaligus Penyelenggara Pusat Logistik Berikat (PDPLB) kepada PT Orson Indonesia di Aula Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta. Pemberian izin ini diberikan hanya 1 jam setelah Perusahaan tersebut memaparkan profil bisnis serta IT Inventorynya. Hal ini sejalan dengan beberapa fungsi Bea Cukai yaitu Trade Facilitator dan Industrial Assistance.
PT Orson Indonesia merupakan perusahaan yang berdiri sejak tahun 2002 dan bergerak di bidang bahan baku dan produksi sabun, serta bahan pembersih keperluan rumah tangga. Berlokasi di Kawasan Berikat Nusantara, PT Orson Indonesia telah menjadi distributor Unilever Indonesia dan mendistribusikan hasil produksinya ke beberapa negara seperti Afghanistan, Iran, Iraq, Myanmar, Armenia, Costa Rica, Panama, Venezuela, dan 33 negara lainnya. Kalidas K. Nathani selaku Direktur Utama PT Orson Indonesia mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan Kanwil Bea Cukai Jakarta. “Kami menerima fasilitas ini secara cepat, mudah, dan tanpa biaya. Luar biasa.” Paparnya.
“Saya berharap pemberian fasilitas ini dapat menjadi kemudahan bagi perusahaan Bapak, terutama dalam rangka ekspor ke mancanegara.” Pesan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Decy Arifinsjah dalam arahannya saat pemberian fasilitas secara simbolik. Melalui pemberian fasilitas ini, perusahaan akan mendapatkan beberapa manfaat seperti penghematan biaya sewa Gudang, pemotongan biaya pengangkutan barang, percepatan pengeluaran barang di pelabuhan, peningkatan cash flow bagi perusahaan karena mendapat penundaan membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI).