Sosialisasi Monitoring dan Evaluasi Perusahaan KITE

Dalam rangka meningkatkan kepatuhan para perusahaan penerima fasilitas KITE. Kantor Wilayah DJBC Jakarta melakukan sosialisasi kepada 20 perusahaan penerima fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Sosialisasi tersebut dilakukan dalam rangka persiapan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perusahaan penerima fasilitas KITE di bawah pengawasan Kantor Wilayah DJBC Jakarta. Perusahaan-perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Tekstil dan Produk Tekstil.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Wilayah tersebut dipandu oleh Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas I dan II, Hendri Yani Etik dan Yudi Ekarianto. Dalam kegiatan tersebut para perusahaan diberikan arahan mengenai persiapan kegiatan Monev yang akan dilaksanakan oleh Tim Monev Kantor Wilayah DJBC Jakarta selama 4 pekan ke depan.

Yudi dalam arahan nya mengatakan agar para perusahaan dapat mendukung kegiatan monev ini seperti melakukan penyiapan dokumen dan IT Inventory guna kelancaran proses monev. Selain itu dalam kegiatan tersebut para perusahaan juga melakukan sharing mengenai kendala yang mereka hadapi selama menerima fasilitas serta kondisi terkini perusahaan yang sebagian besar terdampak oleh pandemi COVID-19.

Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan untuk memastikan perusahaan penerima fasilitas KITE telah mematuhi ketentuan yang berlaku serta penilaian mengenai kelayakan, efisiensi, efektivitas, dan dampak dari pemberian fasilitas KITE serta penilaian kebijakan yang dibuat dapat diterapkan dan telah sesuai dengan tujuan. Diharapkan dengan Sosialisasi ini dapat memberikan gambaran serta persiapan bagi para perusahaan mengenai kegiatan monev tersebut.

#beacukaimakinbaik
#bckanwiljakarta
#Kjakberintegritas
#KJAKMENUJUWBK2020

Dialog Optimalisasi Kerjasama Indonesia Australia melalui Implementasi IA-CEPA

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jakarta, Decy Arifinsjah telah melakukan sharing idea dalam Cross Border International Webinar by Learn Business Anywhere. Webinar tersebut membahas mengenai Optimalisasi Kerjasama Internasional yaitu Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pada hari Rabu (08/07). Webinar yang berlangsung di K’Jak Cafe tersebut diikuti oleh partisipan dari berbagai kalangan. Dialog ini dilaksanakan sehubungan dengan telah resmi diimplementasikannya IA-CEPA sejak tanggal 05 Juli 2020.

Diskusi yang berlangsung hangat dan menarik ini dihadiri oleh sejumlah narasumber seperti Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi, Ni Made Ayu Marthini selaku Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, Dr. Maryono selaku Koord Presidium HIMPUNI & Ketum IKA UNDIP serta dipandu oleh Jonny Sinaga selaku Chairman Forum Peningkatan Ekspor dan Dr. Handito Joewono selaku Inspirator Learn Business Anywhere & Ketua Bid Pembinaan Anggota & Pengembangan Ekspor GPEI.

Implementasi IA-CEPA diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat serta meningkatkan daya saing Indonesia. IA-CEPA akan menciptakan kesempatan baru dan iklim investasi yang lebih kondusif, juga akan menjadi stimulan peningkatan investasi Australia di Indonesia khususnya di sektor-sektor seperti pertambangan, rumah sakit, panti jompo, telekomunikasi, pariwisata, konstruksi, energi, pengolahan air limbah, transportasi, dan jasa profesional.

Daya beli barang penduduk Australia yang tinggi dapat dimanfaatkan sebagai peluang ekspor Indonesia ke negara tersebut. Selain itu, IA-CEPA juga menekankan kerja sama di bidang investasi dan sumber daya manusia dalam bentuk pendidikan vokasi dan kejuruan serta pendidikan tinggi sebagai upaya Indonesia dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam negeri.

IA-CEPA juga akan meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Australia, serta economic powerhouse dalam bentuk kolaborasi peningkatan ekspor ke negara ketiga seperti negara-negara Timur Tengah dan China. Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi pun memastikan Bea Cukai akan melakukan pengawasan terkait pelaksanaan IA-CEPA tersebut, yang dalam penerapannya juga dapat memanfaatkan fasilitas kepabeanan seperti kawasan berikat.