Kanwil Bea Cukai Jakarta Mendapat Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)

Perjuangan yang cukup panjang dan buah dari kerja keras dari seluruh pihak baik internal maupun eksternal kini terbayar sudah. Kanwil Bea Cukai Jakarta berhasil mendapatkan predikat WBK bersama 214 unit lainnya di lingkungan Kementerian Keuangan melalui Acara Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas menuju WBK/WBBM tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Kanwil Bea Cukai Jakarta merupakan satu diantara 40 unit DJBC yang berhasil mendapatkan predikat WBK melalui berbagai tahapan dan penilaian yang dilakukan Tim Penilai Nasional. Syukuran sederhana pun dilaksanakan pada hari Rabu (25/12). Decy Arifinsjah selaku Kepala Kantor dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pejabat dan pegawai juga CS dan PKD atas kerja keras selama ini, walau dalam kondisi pandemi, tak menyurutkan semangat untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa.

#beacukaimakinbaik
#Kjakberintegritas
#bckanwiljakarta

Wujudkan PEN, Ini Upaya Kanwil Bea Cukai Jakarta Dalam Mendorong Ekspor

Walau dalam kondisi pandemi, semangat kegiatan perekonomian masih belum berhenti. Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta telah memberikan izin Kawasan Berikat kepada dua perusahaan sekaligus pada hari Senin (23/12). Para perusahaan tersebut ialah PT Rolls Stone Indonesia dan PT Sino Zone Industry Indonesia. Pemberian perizinan ini diberikan langsung oleh Decy Arifinsjah selaku Kepala Kantor Wilayah dan juga dihadiri oleh Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Tahi Bonar Lumban Raja.

PT Rolls Stone Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pasir silika dan resin. Menurut Xiao Huai Gui direksi PT Rolls Stone Indonesia perusahaan ini memiliki hasil produksi papan kuarsa “Rencananya kegiatan ekspor kami ke depan senilai USD 36.000.000 per tahunnya”, jelasnya.

Sedangkan PT Sino Zone Industry Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Palm Oil (CPO), dengan hasil produksi berupa stearic acid, glycerine, soap, hydrogenated palm strearin. Dalam pemaparannya, Chu Peng Ceng selaku Direksi, 95% dari hasil produksi akan diekspor ke mancanegara. “dengan pemberian fasilitas ini kami sangat berharap dapat menekan cash flow perusahaan”, tambahnya

Menurut Decy, pemberian fasilitas ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung perusahaan untuk menjalankan bisnisnya hingga ke mancanegara, sesuai dengan tugas Bea Cukai yaitu Trade Facilitator. “Hal ini juga sebagai bagian dari kegiatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sehingga kami berharap perusahaan yang mendapat fasilitas akan berperan dalam peningkatan kegiatan perekonomian dalam negeri, khususnya dalam kondisi pandemi” tambahnya.

Tingkatkan Potensi Ekspor Nasional, Kanwil Bea Cukai Jakarta berikan Fasilitas KITE Pengembalian Kepada PT Bridon

Hampir menuju akhir tahun, Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta kembali menerbitkan perizinan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) pengembalian kepada PT Bridon pada hari Kamis (18/12). Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong produksi perusahaan untuk dapat meningkatkan ekspor dengan lebih mudah serta sebagai bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemberian izin dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah, Decy Arifinsjah dan diberikan 1 jam setelah pemaparan dilaksanakan.

PT Bridon merupakan perusahaan yang berdiri sejak 1979. Berlokasi di Cibitung, Perusahaan ini merupakan bagian dari Bridon Bekaet Group. PT Bridon bergerak di bidang steel wire rope manufacturing, yaitu proses pembuatan kawat yang dipilin sehingga menjadi tali kawat baja. Menurut Direktur PT Bridon, Crack Warren, perusahaan ini memiliki customer di bidang minyak dan gas, bidang konstruksi dan infrastruktur, dry bulk dan container parts, coal fired power plants, crane, dll. “Kami memiliki 200 karyawan dan rencananya hasil produksi kami akan di ekspor sebanyak 70%”, paparnya.

Selain menjelaskan proses produksi, perusahaan ini juga menjelaskan terkait IT Inventory nya sebagai salah satu syarat untuk pemberian perijinan.

Menurut Decy, melalui fasilitas KITE pelaku usaha akan mendapatkan manfaat kemudahan berupa pengembalian bea masuk, yang dapat menekan cashflow perusahaan sehingga mendorong peningkatan daya saing perusahaan, investasi, dan ekspor nasional.

“Melalui pemberian fasilitas ini pelaku usaha akan diberikan fasilitas fiskal yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor ke mancanegara”,jelas Decy.

.