Pemberian Izin Fasilitas PDPLB kepada PT Orson Indonesia

Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta terus berupaya menjaga agar pemberian layanan kepada pengguna jasa tetap berjalan dengan semestinya. Kamis, (12/3) Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta memberikan Izin Fasilitas Pengusaha sekaligus Penyelenggara Pusat Logistik Berikat (PDPLB) kepada PT Orson Indonesia di Aula Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta. Pemberian izin ini diberikan hanya 1 jam setelah Perusahaan tersebut memaparkan profil bisnis serta IT Inventorynya. Hal ini sejalan dengan beberapa fungsi Bea Cukai yaitu Trade Facilitator dan Industrial Assistance.
PT Orson Indonesia merupakan perusahaan yang berdiri sejak tahun 2002 dan bergerak di bidang bahan baku dan produksi sabun, serta bahan pembersih keperluan rumah tangga. Berlokasi di Kawasan Berikat Nusantara, PT Orson Indonesia telah menjadi distributor Unilever Indonesia dan mendistribusikan hasil produksinya ke beberapa negara seperti Afghanistan, Iran, Iraq, Myanmar, Armenia, Costa Rica, Panama, Venezuela, dan 33 negara lainnya. Kalidas K. Nathani selaku Direktur Utama PT Orson Indonesia mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan Kanwil Bea Cukai Jakarta. “Kami menerima fasilitas ini secara cepat, mudah, dan tanpa biaya. Luar biasa.” Paparnya.
“Saya berharap pemberian fasilitas ini dapat menjadi kemudahan bagi perusahaan Bapak, terutama dalam rangka ekspor ke mancanegara.” Pesan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Decy Arifinsjah dalam arahannya saat pemberian fasilitas secara simbolik. Melalui pemberian fasilitas ini, perusahaan akan mendapatkan beberapa manfaat seperti penghematan biaya sewa Gudang, pemotongan biaya pengangkutan barang, percepatan pengeluaran barang di pelabuhan, peningkatan cash flow bagi perusahaan karena mendapat penundaan membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI).

Pedoman Penelitian Surat Keterangan Asal Korea dengan ASEAN (E-Form AK)

Pasti diantara kita ada yang senang berbelanja barang dari luar negeri ya, salah satunya dari Korea. Nah dalam proses nya perdagangan antara ASEAN dan Korea juga ada aturannya loh. Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengembangan keterampilan pegawai, telah dilaksanakan In House Training mengenai Pemberlakuan dan Pedoman Penelitian Pertukaran Data Elektronik Surat Keterangan Asal untuk Memfasilitasi Penerapan Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Korea (E-Form AK) pada hari Selasa (10/3) di Aula Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta.

Penyampaian materi ini disampaikan oleh Bapak Priyo Utomo selaku Pemeriksa Bea Cukai Muda. Dalam acara ini disampaikan mengenai Free Trade Agreement (FTA), Ketentuan mengenai Rules Of Origin (ROO), Landasan Hukum E-Form AK, implementasi E-Form AK, Mekanisme Pemanfaatan E-Form AK, dan sebagainya.
Kegiatan ini juga diakhiri dengan post test untuk seluruh pegawai. Diharapkan dengan adanya In House Training ini dapat meningkatkan kompetensi serta pengetahuan para pegawai agar nantinya dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jasa.

Asistensi Unit Kerja dalam rangka Penilaian Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi / Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM) Tahun 2020

Hai Sobat K’Jak! Kantor Wilayah DJBC Jakarta telah melakukan Asistensi Unit Kerja dalam rangka Penilaian Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi / Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM) Tahun 2020 pada hari Kamis (05/03) bertempat di Aula Lantai 3 Kantor Wilayah DJBC Jakarta.

Kegiatan ini diikuti oleh kantor-kantor di satuan kerja Kantor Wilayah DJBC Jakarta yang sedang melaksanakan Penguatan Zona Integritas seperti Kantor Wilayah DJBC Jakarta, KPPBC TMP A Marunda, KPPBC TMP C Pasar Baru, dan PSO Tipe B Tanjung Priok yang terdiri atas Ketua Tim, Sekretaris, Ketua Subtim, dan pelaksana.
Asistensi tersebut dilaksanakan oleh Biro Organta Kementerian Keuangan dan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. Dalam Asistensi tersebut, para satuan kerja dibimbing mengenai komponen-komponen serta kiat-kiat dalam membangun serta menguatkan Zona Integritas di lingkungan kantor masing-masing. Dilakukan juga sesi tanya jawab antara satuan kerja dengan narasumber. Harapannya, dengan adanya asistensi ini dapat mendukung para satuan kerja agar mendapatkan hasil maksimal dalam Penilaian ZI menuju WBK tersebut.