Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Kanwil Bea Cukai Jakarta Berikan 2 Fasilitas KITE

Bea Cukai menjalankan fungsinya sebagai Trade Facillitator dan Industrial Assistance, terus berbenah dan melakukan optimalisasi pemberian pelayanan. Pelayanan terus dilaksanakan khususnya kepada para perusahaan dan/atau pelaku usaha, guna mendorong kegiatan ekspor nasional serta stimulus perekonomian dalam negeri, serta sebagai antisipasi dalam menghadapi dampak Covid-19 terhadap dunia usaha.

Pada hari Kamis (17/09) Kanwil Bea Cukai Jakarta telah memberikan Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) kepada 2 (dua) perusahaan yaitu PT Sky Energy Indonesia. Pemberian perizinan Fasilitas tersebut diberikan oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Jakarta, Decy Arifinsjah, 1 jam setelah dilakukan pemaparan profil bisnis serta persyaratan IT Inventory perusahaan.

PT Sky Energy Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi surya khususnya panel surya. Naoki Ishikawa selaku Direktur PT Sky Energy Indonesia memaparkan, perusahaan ini telah melakukan ekspor panel surya ke berbagai negara, seperti ke Amerika dan Kanada. Perusahaan tersebut juga menjadi perusahaan yang dapat memproduksi 50 mega watt piksel surya dan 100 mega watt pikmodul surya setiap tahunnya.

Menurut Decy, pemberian fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, terutama dalam suasana pandemi Covid-19 yang tentunya memberikan dampak kepada para pelaku usaha. “Melalui fasilitas KITE, pelaku usaha akan mendapatkan manfaat berupa kemudahan berupa pengembalian bea masuk, yang dapat menekan cashflow perusahaan sehingga mendorong peningkatan daya saing perusahaan, investasi, dan ekspor nasional,” tambah Decy.

Selain itu, di hari yang sama Kanwil Bea Cukai Jakarta juga memberikan Fasilitas KITE kepada PT Komatsu Indonesia. Perusahaan tersebut diberikan Fasilitas setelah memenuhi persyaratan perizinan yakni IT Inventory.

#fasilitaskite
#kjakberintegritas
#kjakmenujuWBK2020
#beacukaimakinbaik
#kemenkeutepercaya

Penguatan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM

Kanwil Bea Cukai Jakarta telah melaksanakan penguatan ZI menuju predikat WBK/WBBM pada hari Rabu (9/9). Kegiatan yang dilaksanakan melalui Video Conference via zoom ini diikuti oleh seluruh Pejabat dan Pegawai Kantor Wilayah DJBC Jakarta .

Penyampaian materi tersebut disampaikan oleh Chairul Saleh selaku Kepala Bidang Kepatuhan Internal serta Ade selaku Kepala Seksi KPT Administrasi. Chairul dalam paparannya menyampaikan bahwa saat ini penilaian telah masuk ke dalam tahap final. “Untuk itu saya harapkan partisipasi Bapak Ibu semakin giat lagi untuk mensukseskan kegiatan ini” ungkapnya. Pada kegiatan tersebut, para pejabat dan pegawai juga kembali mendapatkan materi mengenai penguatan Integritas, nilai-nilai Kementerian Keuangan, Visi Misi kantor, dsb.

Diharapkan dengan adanya Internalisasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada seluruh lapisan di Kantor, sebagai upaya untuk menciptakan budaya kantor yang berintegritas serta menyukseskan kegiatan pembangunan ZI menuju WBK.

#beacukaimakinbaik
#bckanwiljakarta
#Kjakluarbiasa
#KjakmenujuWBK2020

Dorong Percepatan Dwelling Time dan Efisiensi Biaya Logistik, Kanwil Bea Cukai Jakarta berikan Izin PLB ke PT Sinergi Agro Nusantara

Situasi pandemi tak menghalangi semangat Bea Cukai untuk terus memberikan pelayanan dalam rangka mendorong perekonomian dalam negeri. Jum’at (14/8) Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta telah memberikan Izin Fasilitas Pengusaha sekaligus Penyelenggara Pusat Logistik Berikat (PDPLB) kepada PT Sinergi Agro Nusantara. Pemberian izin itu dilaksanakan setelah Perusahaan memaparkan profil bisnis serta IT Inventorynya sebagai salah satu syarat dalam pemberian izin PLB.

“Pemberian izin ini kami laksanakan sejalan dengan pelaksanakan fungsi Bea Cukai yaitu Trade Facilitator dan Industrial Assistance”, ungkap Kepala Kantor Wilayah DJBC Jakarta, Decy Arifinsjah.
Melalui pemberian fasilitas ini, perusahaan akan mendapatkan beberapa manfaat seperti penghematan biaya sewa Gudang, pemotongan biaya pengangkutan barang, percepatan pengeluaran barang di pelabuhan, peningkatan cash flow bagi perusahaan karena mendapat penundaan membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI).

PT Sinergi Agro Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak di bidang besi baja, ban, dan bahan-bahan kimia. Selain memberikan Jasa Pengadaan, PT Sinergi Agro Nusantara sebagai Integrated Logistic Company juga memberikan Jasa Pengantaran untuk komoditi yang diperdagangkan di perusahaan tersebut dan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang Ekspor-Impor barang komoditi. Menurut Direktur PT Sinergi Agro Nusantara, Sunardi Tjahja, pemberian Fasilitas ini dapat mewujudkan efisiensi biaya logistik dalam negeri, untuk mendongkrak daya saing produk Indonesia di era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). “Kami harap Fasilitas yang telah Bea Cukai berikan ini dapat menurunkan dwelling time serta meningkatkan cash flow perusahaan kami”, tambahnya.

Melalui pemberian fasilitas ini, perusahaan akan mendapatkan beberapa manfaat seperti penghematan biaya sewa Gudang, pemotongan biaya pengangkutan barang, percepatan pengeluaran barang di pelabuhan, peningkatan cash flow bagi perusahaan karena mendapat penundaan membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI).

Indonesia menerima bantuan alat kesehatan penanganan Covid-19 dari Australia dan Amerika Serikat.

Bea Cukai Jakarta turut serta mengawal penyerahan tersebut dengan melakukan pemeriksaan pada pesawat yang membawa peralatan medis covid19.

Pemerintah Australia mengirim sejumlah 30 ton alat-alat kesehatan yang mendarat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Sabtu (29/8). Bantuan tersebut berisi alat pelindung diri (APD), masker, hand sanitizer, dan beberapa peralatan medis lainnya.

Penyerahan dilakukan oleh Wakil Dubes Australia untuk Indonesia Allaster Cox kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pihak Australia atas bantuan yang dikirim.

“Bantuan ini membuktikan bahwa persahabatan kedua negara terjalin dengan baik,” ungkap Prabowo.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Dubes Australia untuk Indonesia Allaster Cox merasa gembira atas penyerahan batuan alat kesehatan yang diberikan negaranya untuk Indonesia. Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Indonesia yang telah membantu mengirimkan pasukan saat peristiwa kebakaran hutan terjadi di Australia pada awal 2020.

Selain itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan juga menerima bantuan ventilator dari Amerika Serikat. Sebanyak 17 seberat 16 ton pallet berisi ventilator tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada Minggu, (30/8).

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat, Heather Variava, sebagai perwakilan dari United States Agency for International Development (USAID) kepada Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto.

Selanjutnya, bantuan yang diterima Kementerian Pertahanan diserahkan ke Kementerian Kesehatan untuk didistribusikan ke pemerintah provinsi, kota dan kabupaten se-Indonesia.

#beacukaimakinbaik #bersatulawancorona

@kemenkes_ri
@kemenhanri
@kemenkeuri

Credit to : KPPBC TMP A Jakarta

Pra-Survei Menuju Wilayah Bebas Korupsi

Dalam rangka pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Kantor Wilayah DJBC Jakarta telah melakukan kegiatan Pra Survei Kepuasan Pengguna Jasa pada hari Kamis (27/8). Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 pengguna jasa Fasilitas Kepabeanan di bawah pengawasan Kantor Wilayah DJBC Jakarta meliputi KITE, Pusat Logistik Berikat (PLB), Kawasan Berikat (KB), Gudang Berikat (GB), dan Toko Bebas Bea (TBB)

Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas I, Hendri Yani Etik dalam sambutannya menyampaikan agar seluruh pengguna jasa dapat mendukung untuk menyukseskan pembangunan Zona Integritas ini. “Kami mohon bantuannya serta masukannya agar hal ini dapat kita capai bersama”, paparnya.

Ade selaku Kepala Seksi KPT Administrasi pun mengatakan bahwa beliau berharap para pengguna jasa dapat terbuka memberikan aspirasinya, baik itu berupa pujian maupun kritikan selama memperoleh pelayanan, serta mendukung Kanwil Bea Cukai Jakarta menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dengan tidak memberikan gratifikasi dalam bentuk apapun. “Bapak Ibu bisa menghubungi kami melalui layanan pengaduan, kita siap menindak lanjuti masukan Bapak Ibu serta memperbaiki pelayanan kami”, ucapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui video conference via zoom tersebut diakhiri dengan pengisian Pra Survei Kepuasan Pengguna Jasa. Survei tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan untuk melakukan evaluasi serta perbaikan lebih lanjut terhadap pelayanan yang telah diberikan.

#KjakmenujuWBK2020
#KjakBerintegritas
#beacukaimakinbaik
#bckanwiljakarta

Kunjungan Lapangan Peserta Secondment

Kantor Wilayah DJBC Jakarta telah ditunjuk sebagai Host Pelaksanaan Program Secondment 2020. Pada kegiatan Secondment kali ini, para peserta yang berasal dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melaksanakan Kunjungan Lapangan ke 2 (dua) satuan kerja di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Jakarta selama dua hari mulai hari Senin (10/8) hingga Selasa (11/8).

Pada hari pertama, para peserta Secondment diajak berkunjung ke KPPBC TMP A Jakarta untuk membahas mengenai proses bisnis Kepabeanan dan Cukai pada Pelabuhan Udara. Para peserta Secondment pun diberikan pemahaman mengenai alur masuk dan keluar barang dari luar negeri, seperti proses barang kiriman, barang penumpang, serta sistem dan aplikasinya. Selain itu, para peserta Secondment juga melihat langsung proses pemeriksaan barang impor di Tempat Penimbunan Sementara (TPS). Kepala KPPBC TMP A Jakarta, Untung Purwoko menyambut langsung para peserta Secondment . “Selain Pelabuhan udara, KPPBC TMP A Jakarta juga memiliki pelayanan lain seperti Kawasan Berikat, Pusat Logistik Berikat, Toko Bebas Bea, serta mengawasi tempat penjualan eceran atau TPE barang kena cukai”, paparnya.

Di hari berikutnya, para peserta berkunjung ke KPPBC TMP A Marunda untuk melihat proses bisnis kepabeanan dan cukai pada Kawasan Berikat (KB) dan Pusat Logistik Berikat (PLB). Pada hari tersebut para peserta diberikan pemaparan materi sesi diskusi hingga kemudian dibawa ke Kawasan Berikat PT Sioen Indonesia, serta PLB PT Transcon Indonesia untuk melihat bagaimana alur proses bisnis kepabeanan dan cukai yang terjadi pada Tempat Penimbunan Berikat tersebut. Kepala Kantor KPPBC TMP A Marunda, Sehat Yulianto juga menyambut kedatangan para peserta Secondment yang hadir dan berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang pertukaran informasi serta sinergi antara DJBC dan DJP.

Melalui kegiatan Secondment ini, diharapkan pertukaran data antar instansi menjadi semakin baik, meningkatkan kompetensi serta transfer knowledge, juga sebagai upaya memaksimalkan sinergi antara DJBC dan DJP dalam pelaksanaan optimalisasi penerimaan negara.

#beacukairi #beacukaimakinbaik
#bckanwiljakarta #Kjakberintegritas
#jointprogram #pajak

Podcast Bersama Kejari Jakarta Barat

“Apa sih kepabeanan dan cukai itu? Lalu apa tugas dan fungsi Bea Cukai?”

Pertanyaan itulah yang muncul dari dialog yang dilaksanakan kemarin, Jum’at (7/8). Kanwil Bea Cukai Jakarta diundang untuk menjadi narasumber dalam podcast yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Barat untuk membahas mengenai Bea Cukai, bagaimana seluk beluk pekerjaannya, serta perannya dalam bersinergi dengan instansi lain seperti kejaksaan.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut pun dijawab oleh Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas, Ricky M. Hanafie juga Noviyanti Angelina dari Seksi Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan Kanwil Bea Cukai Jakarta. “Definisi kepabeanan dan cukai dapat ditemukan pada UU nomor 17 tahun 2006 dan UU nomor 39 tahun 2007 tentang cukai”. Mereka juga menjelaskan bahwa Bea Cukai memiliki 4 fungsi utama yaitu Revenue Collector, Community Protector, Trade Facilitator, dan Industrial Assistance.

Kemudian Ricky juga menjelaskan bahwa Bea Cukai tersebar di seluruh daerah di Indonesia untuk menjaga peredaran barang yang masuk dan keluar dari daerah pabean. “Selama barang-barang Bapak Ibu tidak melanggar aturan kepabeanan dan dokumen nya lengkap, Bapak Ibu tidak perlu takut bermasalah dengan Bea Cukai” paparnya.

Selain itu, turut hadir narasumber lain yaitu Septa, mahasiswi Fakultas Hukum Esa Unggul dan Natalie, seorang model dan selebgram. Pada kesempatan tersebut Septa bertanya mengenai ketentuan jastip, sedangkan Natalie menanyakan tujuan kewajiban membayar pajak. “kenapa masyarakat wajib membayar pajak?” tanyanya. Pertanyaan tersebut pun dijawab oleh Ricky dan Novi.

Jastip (Jasa Titipan) adalah suatu kegiatan melakukan jasa titip pembelian barang kepada orang yang sedang berada di luar negeri untuk dibawakan ke Indonesia. Jastip biasanya dilakukan kepada saudara atau kerabat dekat. Namun menurut Ricky dalam aturan kepabeanan tidak mengenal istilah jastip. “Kita hanya mengenal Importir, Eksportir, dan Perusahaan jasa titipan (PJT) seperti DHL, FedEx, PJT lainnya atau Kantor Pos” paparnya. Karena itu, jastip dianggap sebagai barang bawaan penumpang. -lanjut di kolom komentar-1 jam

“Untuk barang bawaan penumpang apabila nilai barang tersebut melebih USD 500 maka barang tersebut akan dikenakan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI)”, imbuhnya.
Mengenai pertanyaan Natalie, Ricky dan Novi mengatakan bahwa negara memerlukan biaya untuk melakukan pembangunan di dalam negeri. Oleh karena itu salah satu pemenuhan biayanya dilakukan dengan memungut pajak kepada masyarakat. “Selain pajak kita juga memungut penerimaan non pajak, juga royalti dari hasil alam. Apabila masih kurang dari hal hal tersebut, pembiayaan pembangunan akan ditutup melalui utang” pungkas Novi
Melalui kegiatan podcast ini diharapkan edukasi dan sosialisasi mengenai kepabeanan dan cukai dapat dilaksanakan secara menyeluruh dan sampai ke masyarakat, juga sebagai salah satu cara untuk meningkatkan sinergi antar instansi.

#BeaCukaiMakinBaik
#bckanwiljakarta

Optimalisasi Kemudahan Perizinan di Bidang Cukai

Dalam rangka meningkatkan pemahaman para pengguna jasa, KPPBC TMP A Jakarta telah melaksanakan acara sosialisasi dengan tema “Optimalisasi Kemudahan Pengurusan Perizinan Usaha di Bidang Cukai” pada hari Rabu, (5/8).

Acara yang berlangsung di Aula KPPBC TMP A Jakarta tersebut dilaksanakan untuk mengedukasi para pengguna jasa yaitu para pengusaha cukai mengenai tata cara perizinan NPPBKC sesuai dengan PMK-66/PMK.04/2018 yang disampaikan oleh tim dari Direktorat Teknis dan Fasilitas Cukai DJBC. Kegiatan sosialisasi ini juga dihadiri oleh Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Aspija) dan Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI).

Kepala Kanwil DJBC Jakarta, Decy Arifinsjah menuturkan bahwa pertemuan ini dilaksanakan sebagai media untuk mendengarkan aspirasi serta kendala yang dihadapi oleh para pengusaha di bidang cukai yang terdampak COVID-19. “Harapannya dengan kegiatan ini para perusahaan dapat memahami dan mentaati aturan yang berlaku” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan DKI Jakarta, Jackson Dianrus Sitorus dalam sambutannya pun menyampaikan mendukung kebijakan Bea Cukai dalam memberikan kemudahan perizinan usaha di bidang cukai.

Selain itu, Prasetio Edi Marsudi selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam sambutannya mengatakan bahwa diharapkan kebijakan ini dapat mempermudah pengusaha cukai serta meningkatkan pemasukan cukai dari para pengusaha maupun para penjual eceran barang kena cukai.

Menurut Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, kontribusi penerimaan cukai semester 1 2020 menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.”Hal ini disebabkan dengan terdampaknya semua sektor penjualan MMEA dikarenakan terdampak pandemi COVID-19”, tambahnya. Kegiatan pun dilanjutkan dengan sharing session serta tanya jawab dengan para pengusaha cukai.

Kegiatan ini juga turut dihadiri perwakilan instansi DKI Jakarta seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Dinas Pariwisata.

#beacukaimakinbaik

CVC Kanwil Bea Cukai Jakarta ke PT Wacoal Indonesia

Dalam rangka menjalankan fungsi Industrial Assistance, Kanwil Bea Cukai Jakarta melaksanakan kunjungan industri atau Customs Visit Customer (CVC) ke PT Wacoal Indonesia pada hari Selasa, 28 Juli 2020. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah DJBC Jakarta yaitu Decy Arifinsjah beserta Tim Fasilitas Kantor Wilayah DJBC Jakarta.

PT Wacoal Indonesia merupakan salah satu perusahaan penerima Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) di bawah pengawasan Kantor Wilayah DJBC Jakarta. Berdiri sejak 1981, PT Wacoal Indonesia bergerak di bidang produksi pakaian dan memiliki 261 cabang. Saat ini, PT Wacoal Indonesia telah melakukan penjualan di dalam negeri serta kegiatan ekspor ke mancanegara seperti Jepang, Filipina, Malaysia, Korea Selatan, Singapura, Vietnam, Taiwan, China, Hongkong, USA dan India. Selain mendapatkan fasilitas KITE, PT Wacoal Indonesia juga telah bersertifikat Authorized Economic Operator (AEO) sejak tahun 2016.

Dalam kunjungan tersebut, Merchandise Operational PT Indonesia Wacoal, Diana menyambut kedatangan Kanwil Bea Cukai Jakarta serta berterimakasih atas Fasilitas KITE yang telah diberikan selama ini. Kunjungan pun dilaksanakan dengan tetap mengedepankan protokol Kesehatan COVID-19.

Decy Arifinsjah selaku Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta beserta tim Fasilitas yang hadir memberikan penguatan kepada para pelaku usaha industri Dalam Negeri ditengah wabah pandemi Covid 19 yang berdampak pada aktifitas produksi dan rantai pasok (supply chain), sehingga diharapkan dapat mendengar secara langsung hambatan dan kendala yang dihadapi yang akan dijadikan bahan pertimbangan untuk menentukan langkah strategis dari pemerintah dalam menanggulangi permasalahan yang ada.

Dengan adanya kegiatan CVC ini, dapat menjadi sarana membangun komunikasi yang baik antara pengguna jasa dan Bea Cukai, serta meningkatkan sinergi demi kelancaran dan peningkatan perekonomian negara.

#beacukaimakinbaik #kemenkeutepercaya
#KjakBerintegritas #bckanwiljakarta
#industrialassistance

Pengarahan Program Secondment Tahun 2020

Kantor Wilayah DJBC Jakarta melaksanakan Pengarahan Program Secondment 2020 pada hari Selasa (21/07). Acara yang dilaksanakan di Aula tersebut diikuti oleh para Secondee yang terdiri atas pejabat dan pegawai dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA). Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para pejabat Eselon III di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Jakarta. Selain itu, turut hadir Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi KPP Pratama Jakarta Kemayoran, Asrul Sjam.

“Materi secondment nanti adalah cukai, Kawasan Berikat (KB), Pusat Logistik Berikat (PLB), dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) yang ada di Kanwil DJBC Jakarta” Papar Junaedi selaku Kepala Seksi Pemeriksaan. Beliaupun menambahkan bahwa kegiatan secondment ini juga akan melibatkan sejumlah satuan kerja di bawah Kanwil seperti KPPBC TMP A Marunda dan KPPBC TMP A Jakarta, serta melibatkan Bidang Kepabeanan dan Cukai dan Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai. Kegiatan Secondment tersebut nantinya akan dilaksanakan sampai dengan 18 September 2020 dengan sistem on-off dan dilaksanakan secara tatap muka maupun daring.

Decy Arifinsjah selaku Kepala Kanwil DJBC Jakarta mengucapkan selamat datang kepada para secondee. “Ini bisa jadi momentum untuk bertukar informasi seluas-luasnya, silahkan komunikasikan peraturan-peraturan yang beririsan sesuai dengan PMK yang berlaku, sehingga kita bisa memberikan yang terbaik untuk negara ini.” ujarnya. Dengan adanya kegiatan secondment ini, diharapkan dapat meningkatkan sinergi antar instansi yang dapat mengoptimalkan penerimaan negara, baik dari sisi perpajakan maupun sisi kepabeanan dan cukai.

#jointprogram #pajak #beacukaimakinbaik
#bckanwiljakarta #kjakberintegritas #kemenkeuterpercaya