Kick Off Secondment DJP-DJBC-DJA-LNSW 2020

Dalam rangka transfer knowledge dan enrichment program sebagai bentuk pengembangan pegawai di Lingkungan Kementerian Keuangan, dan untuk mengoptimalkan efektivitas pertukaran data/informasi serta peningkatan kapasitas dan kompetensi pegawai, Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Secondment 2020. Pada hari ini, Jum’at (26/06) seluruh secondee yang berpartisipasi telah mendengarkan arahan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui Video Conference yang sebelumnya telah mengikuti Kick Off Meeting Secondment tahun 2020 pada hari Rabu, (24/06). Secondment ini merupakan bentuk sinergi yang akan melibatkan 4 instansi, yaitu Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), dan Lembaga National Single Window (LNSW). Secondment tersebut diikuti oleh 316 pegawai dengan 163 diantaranya merupakan pegawai DJBC yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sri Mulyani dalam arahannya mengatakan bahwa ia berharap para pegawai yang ditunjuk tidak menjadikan ini sebagai sebuah tugas tambahan, melainkan sebagai kesempatan bagi para pegawai untuk menambah pengetahuan, pengalaman, serta meningkatkan kompetensi masing-masing. “Saya ingin kita semua berorientasi pada hasilnya, yaitu dapat meningkatkan penerimaan, serta hasil nol untuk kebocoran penerimaan”, ujarnya. Selain itu, beliau pun berharap para secondee juga dapat membantu perusahaan-perusahaan yang saat ini terdampak COVID-19 agar tetap bisa survive dalam kondisi seperti saat ini.

Secondment merupakan penugasan dengan menempatkan pegawai dalam jangka waktu dan tujuan tertentu di unit organisasi lain dengan tugas dan pengawasan yang berlaku dalam unit organisasi yang ditempati. Dalam situasi waspada penyebaran COVID-19, saat ini pembekalan secondment bagi para pegawai DJBC dilakukan melalui E-Learning. Pembekalan mengenai Proses Bisnis Perpajakan untuk Pegawai DJBC telah dimulai sejak tanggal 22 Juni dan akan berakhir pada 3 Juli 2020. Sebagai perwakilan, dari Kantor Wilayah DJBC Jakarta telah dipilih 6 pejabat dan pegawai yang akan mengikuti kegiatan Secondment tersebut selama 3 bulan.

Melalui program secondment ini, selain untuk pengembangan kompetensi dan kapasitas para pegawai diharapkan juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan daya saing, meningkatkan kredibilitas dan efektivitas APBN, meningkatkan peringkat EODB Indonesia, serta sebagai penggerak efisiensi layanan publik.
#jointprogram
#bckanwiljakarta
#Kjakberintegritas
#KemenkeuTerpercaya

Asitensi IT Inventory Perusahaan KITE Kanwil DJBC Jakarta

Dalam rangka penegakan aturan kepabeanan dan cukai serta mendukung pengguna jasa melakukan pemenuhan kewajiban dalam memperoleh fasilitas kepabeanan, Kantor Wilayah DJBC Jakarta telah melaksanakan asistensi IT Inventory secara daring untuk perusahaan penerima fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Asistensi tersebut diberikan kepada PT Unelec Indonesia, yang merupakan salah satu perusahaan yang menerima fasilitas KITE Pengembalian di bawah pengawasan Kantor Wilayah DJBC Jakarta. Asistensi yang dilakukan pada hari Senin (15/06) tersebut dilakukan demi memastikan perusahaan penerima fasilitas kepabeanan memiliki IT Inventory yang sesuai dengan standar kepabeanan dan cukai yang tercantum pada PER-09/BC/2014.

Sistem Informasi Persediaan Berbasis Komputer yang selanjutnya disebut IT inventory, adalah suatu sistem informasi yang dirancang, dibangun, dan digunakan oleh perusahaan untuk mengadministrasikan persediaan barang dengan cara mengintegrasikan sistem transaksi pemasukan, sistem transaksi pemakaian barang dan sistem transaksi pengeluaran barang, menghasilkan informasi terkait persediaan melalui teknologi komputer, dan menghasilkan laporan sesuai dengan kriteria dan persyaratan dalam fasilitas kepabeanan yang digunakan. IT Inventory nantinya akan digunakan sebagai salah satu alat pengawasan serta optimalisasi monitoring dan evaluasi dalam rangka ketertiban perusahaan.
Diharapkan dengan adanya asistensi IT Inventory ini perusahaan dapat memenuhi standar IT Inventory Kepabeanan dan Cukai sesuai dengan peraturan yang berlaku.
#ITInventory
#KITEPengembalian
#bckanwiljakarta
#Kjakberintegritas
#KJAKMENUJUWBK2020
#KemenkeuTerpercaya

Kuliah Umum PKN STAN : Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai di Era New Normal

Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta menjadi salah satu narasumber pada Kuliah Umum Online yang diselenggarakan oleh Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) pada hari Selasa, 09 Juni 2020. Kuliah Umum tersebut disampaikan oleh Agus Wahyono selaku Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah DJBC Jakarta. Mengangkat tema ‘Tantangan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai di Era New Normal’, kegiatan tersebut diikuti oleh para mahasiswa Program Diploma III Kepabeanan dan Cukai PKN STAN. Pada kegiatan tersebut turut hadir Irjen Kementerian Keuangan, Sumiyati, serta narasumber lainnya yaitu Anton Martin selaku Kepala KPPBC Tanjung Emas.

Di era New Normal ini, Agus pada pemaparannya menyampaikan bahwa penegakan hukum saat ini dapat dilakukan melalui pendekatan hukum progresif sebagai upaya penanganan perkara yang efektif dalam pelanggaran/tindak pidana kepabeanan dan cukai. Penyidikan progresif dapat dilakukan antara lain dengan melakukan penyidikan secara Hulu Hilir, penerapan pendekatan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), bersinergi dengan instansi-instansi pemerintah lainnya dalam pengungkapan fakta, melakukan Joint Investigasi dengan DJP, penyidikan secara Multidoors, serta melakukan asset tracing untuk selanjutnya dilakukan perampasan/penyitaan pada tahap penyidikan sehingga setelah ada putusan pengadilan pidana denda dapat terbayarkan.
Melalui acara kuliah umum online ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan baru terkait pengawasan dan penegakan hukum kepabeanan dan cukai termasuk tantangan yang dihadapi oleh Bea dan Cukai, sehingga dapat memotivasi mahasiswa untuk dapat melakukan tugasnya secara profesional dalam situasi apapun.

#beacukaimakinbaik
#bckanwiljakarta
#Kjakberintegritas
#KJAKMENUJUWBK2020
#KemenkeuTerpercaya

Internalisasi E-Logbook pada Aplikasi CEHRIS

Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan kinerja individu, Kantor Wilayah DJBC Jakarta telah melakukan Internalisasi via Video Conference dengan aplikasi Zoom mengenai Penggunaan E-Logbook pada Aplikasi CEHRIS yang dilaksanakan pada hari Rabu (03/06). Materi tersebut disampaikan oleh Bidang Kepatuhan Internal serta diikuti oleh seluruh Pejabat dan Pegawai Kantor Wilayah DJBC Jakarta.Dalam pemaparannya, Ade selaku Kepala Seksi KPT Pelayanan menyampaikan bahwasannya penyampaian E-Logbook ini wajib dilaksanakan oleh seluruh pegawai paling lambat setiap awal bulan untuk periode sebelumnya. Pada internalisasi tersebut disampaikan juga tata cara penginputan Kontrak Kinerja, serta pengisian realisasi capaian kinerja pada Logbook masing-masing pegawai.

Diharapkan dengan adanya implementasi E-Logbook tersebut dapat memberikan manfaat antara lain mengurangi pekerjaan yang bersifat manual serta meningkatkan kedisiplinan pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya. Kegiatan internalisasi diakhiri dengan pengisian Post Test untuk menguji pemahaman para pegawai.
#beacukaimakinbaik
#bckanwiljakarta
#Kjakberintegritas
#KJAKMENUJUWBK2020
#KemenkeuTerpercaya

Kanwil Bea Cukai Jakarta Selenggarakan Sosialisasi PMK 31/PMK.04/2020

Kanwil Bea Cukai Jakarta selenggarakan Sosialisasi Insentif untuk Para Perusahaan KITE dan KB
Dalam rangka memberikan edukasi dan informasi kepada para pengguna jasa, Kantor Wilayah DJBC Jakarta telah melaksanakan Sosialisasi melalui Video Conference via aplikasi Zoom pada hari Rabu (03/06). Sosialisasi yang dilaksanakan mengangkat tema mengenai PMK Nomor 31/PMK.04/2020 mengenai Insentif Tambahan untuk Perusahaan Penerima Fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan/atau Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Sosialisasi tersebut diikuti oleh Perusahaan penerima fasilitas KITE serta KITE IKM di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Jakarta. Pemaparan materi disampaikan oleh Dorothea Sigit Lestariningtyas selaku Kepala Subdirektorat Fasilitas Impor Tujuan Ekspor dari Direktorat Fasilitas.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Haryo Limanseto menyampaikan agar para pengguna jasa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya serta berdiskusi mengenai kebijakan kepabeanan tersebut. “Bea Cukai sedang berupaya menemukan solusi agar perusahaan Bapak Ibu tidak terkena banyak dampak dari COVID-19, silahkan bertanya dan beri kami masukan” ujarnya.
Pandemi COVID-19 telah menjadi pandemi global yang berimbas pada terhambatnya pertumbuhan ekonomi global. Di Indonesia, pandemi ini telah berefek pada industri KITE dan KB yang mengalami kesulitan bahan baku sehingga proses produksi menjadi terhambat. Selain itu, beberapa masalah yang dialami oleh para perusahaan antara lain pengurangan tenaga kerja/tenaga kerja yang dirumahkan, hambatan ekspor impor tujuan impor karena negara tujuan terkena lockdown, canceled order, biaya pengangkutan menjadi mahal dll.

Saat ini tercatat ada 100 perusahaan berskala lokal hingga internasional pengguna fasilitas KITE yang terdaftar dan dilayani oleh Kanwil Bea Cukai Jakarta. Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai memberikan stimulus berupa stimulus fiskal diantaranya penangguhan bea masuk dan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) yang tertuang dalam PMK Nomor 31/PMK.04/2020.

#bckanwiljakarta
#beacukaimakinbaik
#KJakberintegritas
#KjakmenujuWBK2020
#insentifkbkite

Dorong Ekspor Nasional di Tengah Pandemi, Kanwil Jakarta Berikan Izin Fasilitas Kepada 3 Perusahaan

Di tengah suasana pandemi Covid-19, Bea Cukai khususnya Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta terus mempertahankan komitmen nya dalam rangka memberikan pelayanan kepada para Stakeholder. Pelayanan terus dilaksanakan khususnya kepada para perusahaan dan/atau pelaku usaha, guna mendorong kegiatan ekspor nasional serta stimulus perekonomian dalam negeri, serta sebagai antisipasi dalam menghadapi dampak Covid-19 terhadap dunia usaha. Dalam masa pandemi ini, setidaknya Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta telah memberikan perizinan fasilitas kepada 5 perusahaan.

Sejalan dengan fungsi Trade Facilitator dan Industrial Assistance, pada hari Jumat (8/5) Kanwil Bea Cukai Jakarta telah memberikan perizinan Fasilitas kepada 3 perusahaan sekaligus, antara lain Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) kepada Perum Peruri dan PT Mantari Baja Prima Utama, serta fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) kepada PT Aberu Cahaya Semesta. Pemberian izin dilaksanakan hanya 1 jam setelah para perusahaan telah memenuhi syarat melalui pemaparan profil bisnis dan IT Inventory. Pemaparan tersebut selain dihadiri oleh Decy Arifinsjah selaku Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, juga dihadiri oleh pejabat lainnya yaitu Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Haryo Limanseto, serta Kepala KPPBC Tipe A Jakarta, Untung Purwoko.

Pemberian fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, terutama dalam suasana pandemi Covid-19 yang tentunya memberikan dampak kepada para pelaku usaha. Melalui fasilitas KITE, pelaku usaha akan mendapatkan manfaat berupa kemudahan berupa pengembalian bea masuk, yang dapat menekan cashflow perusahaan sehingga mendorong peningkatan daya saing perusahaan, investasi, dan ekspor nasional. Sedangkan manfaat fasilitas PLB bagi para pelaku usaha ialah penghematan biaya sewa gudang, pemotongan biaya pengangkutan barang, percepatan pengeluaran barang di pelabuhan, peningkatan cashflow bagi perusahaan karena mendapat penundaan membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI).

Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia merupakan salah satu BUMN yang bertugas mencetak uang Rupiah bagi Republik Indonesia. Berdiri sejak tahun 1971, Perum Peruri memiliki 40 mesin pencetak uang dan pernah turut andil dalam mencetak uang dan dokumen keamanan dari negara-negara lain seperti Filipina, Argentina, Nepal, Somalia, dan Srilanka. Saat ini Perum Peruri akan melakukan pencetakan uang dari negara Peru dalam pecahan 10, 20, dan 50, yang bahan-bahannya akan diimpor dari beberapa negara seperti Jerman dan Swiss. PT Mantari Baja Prima Utama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Industri pipa baja dan baja hollow. Berlokasi di Cakung, perusahaan ini menghasilkan produk berupa alloy steel pipe dan alloy steel hollow, dengan bahan baku berasal dari China, Taiwan, dan Jepang. Saat ini PT Mantari Baja Prima Utama akan melakukan kegiatan penjualan di lokal serta ekpor ke mancanegara, yang salah satunya adalah Singapura. Sedangkan PT Aberu Cahaya Semesta merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang seperti freight forwarding, PPJK, warehousing & transportasi. Berlokasi di Cakung, customer perusahaan ini mengimpor ban dan pipa dari beberapa negara seperti India, Thailand, Vietnam, dan China. Sriyono selaku Direktur Utama PT Aberu Cahaya Semesta menuturkan bahwa perusahaannya menargetkan 21 Customer di PDPLB mereka nantinya.

Kanwil Bea Cukai Jakarta Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan

Menginjak hari ke-13 di bulan Ramadhan, banyak hal yang bisa dilakukan, seperti mengaji, menunaikan ibadah sunnah, dan juga bersedekah. Nah, sedekah di bulan Ramadhan dapat menjadi kesempatan kita untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama. Selasa (05/05), DKM At-Taqwa Kantor Wilayah DJBC Jakarta telah melaksanakan penyerahan santunan kepada Yayasan Oase Anak Bangsa, CS serta PKD di Kanwil Bea Cukai Jakarta. Santunan dalam bentuk sejumlah uang serta bahan pokok makanan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah DJBC Jakarta, Decy Arifinsjah. Santunan ini diharapkan dapat memberikan sedikit keringanan serta kebahagiaan bagi penerimanya.
#Ramadhan
#Beacukaimakinbaik
#bckanwiljakarta
# Kjakberintegritas

Krisis Karena Pandemi, Bea Cukai Bantu Sesama Lewat Patungan Sembako

Pandemi Covid-19 atau kita kenal dengan virus Corona, telah menimbulkan efek di seluruh aspek. Tidak hanya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), juga larangan mudik, Covid-19 juga menyebabkan kegiatan perekonomian masyarakat cukup terganggu. Akibatnya, beberapa lapisan masyarakat terkena dampak paling besar berupa menurunnya penghasilan sehingga kesulitan untuk menopang kebutuhan hidupnya.

Dalam rangka Project Donasi Sembako yang dilaksanakan oleh Bea Cukai Peduli x PLI Milenial, Kantor Wilayah DJBC Jakarta telah menyalurkan 30 paket sembako yang berasal dari hasil donasi yang dikumpulkan sejak tanggal 13 April – 20 April 2020. Paket sembako tersebut disalurkan kepada pekerja lepas dan pekerja harian yang berada di sekitar daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Tidak hanya Jakarta, hasil donasi tersebut juga disebarkan di seluruh daerah di Indonesia melalui satuan kerja Bea Cukai di masing-masing daerah tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang dirasakan oleh saudara-saudara kita. Karena saat ini, uluran serta gotong royong kita lah yang akan paling cepat sampai kepada mereka. Semoga kita semua tetap kuat dan terus bergandengan tangan dalam menghadapi masa-masa sulit ini. Aamiin.

Di tengah Pandemi, Bea Cukai Kanwil Jakarta Berikan 2 Fasilitas KITE dan PLB

Di tengah situasi pandemi COVID-19 atau kita kenal dengan sebutan Virus Corona, Bea Cukai terus berupaya memberikan pelayanan prima tanpa mengurangi rasa waspada terhadap penyebaran penyakit tersebut.

Untuk menunjang kegiatan ekspor nasional, pada hari Selasa (21/04), Kantor Wilayah DJBC Jakarta telah memberikan dua perizinan fasilitas yaitu Fasilitas KITE kepada PT Surya Mandiri Tekstilbuana, dan Fasilitas PLB kepada PT DHL Global Forwading Indonesia. Pemberian izin ini dilaksanakan 1 jam setelah dilakukan pemaparan profil dengan tetap menerapkan aturan Physical Distancing dan Protokol Corona.

Dengan adanya pemberian fasilitas KITE dan PLB, perusahaan akan mendapatkan berbagai kemudahan yang menunjang proses bisnisnya. Manfaat Fasilitas KITE ialah kemudahan berupa pengembalian Bea Masuk, yang dapat menekan cashflow perusahaan sehingga mendorong peningkatan daya saing perusahaan, investasi, dan ekspor nasional. Sedangkan untuk PLB, perusahaan tersebut akan mendapat beberapa manfaat seperti penghematan biaya sewa gudang, pemotongan biaya pengangkutan barang, percepatan pengeluaran barang di pelabuhan, peningkatan cashflow bagi perusahaan karena mendapat penundaan membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI).
PT Surya Mandiri Tekstilbuana merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi tekstil terutama di bidang kain rajut dan pakaian seragam. Selain itu, dalam kondisi Pandemi Covid-19 perusahaan ini juga memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) yang ditujukan untuk para tenaga medis. Setidaknya PT Surya Mandiri Tekstilbuana dapat memproduksi 50 ribu potong pakaian per bulan dan diekspor ke mancanegara.

PT DHL Global Forwarding Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang logistik serta . Saat ini, PT DHL Global Forwarding Indonesia memiliki 10 Cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki sertifikat ISO 14001:2015 serta Authorized Economic Operator (AEO).

“Fasilitas Kepabeanan ini merupakan investasi negara terhadap perusahaan tersebut. Kami harap perusahaan tersebut dapat memberikan hasil yang optimal berupa peningkatan perekonomian di Indonesia.”Ujar Decy Arifinsjah, Kepala Kantor Wilayah DJBC Jakarta sebelum memberikan perizinan secara simbolik.

Sosialisasi Kepabeanan dan Cukai Kepada Stakeholder

Dalam suasana menghadapi pandemi Covid-19 atau kita kenal dengan sebutan virus Corona, Kantor Wilayah DJBC Jakarta terus berupaya memberikan pelayanan kepada pengguna jasa.

Walau masih dalam suasana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan situasi Tanggap Darurat Corona, Kantor Wilayah DJBC Jakarta tetap memberikan edukasi dan sosialisasi kepada para pengguna jasa dengan melakukan Sosialisasi dan In House Training Peraturan Kepabeanan dan Cukai melalui Video Conference pada hari Selasa (14/04).

Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang pengguna fasilitas Kepabeanan seperti KITE dan PLB. Vidcon tersebut dipandu oleh Bapak Ricky Mohamad Hanafie selaku Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah DJBC Jakarta. Selain itu, hadir pula narasumber dari berbagai kantor Bea Cukai seperti KPPBC TMP A Jakarta, KPPBC TMP A Marunda, KPU Tipe A Tanjung Priok, dan KPU BC Tipe C Soekarno Hatta.
Beberapa topik yang dibahas antara lain mengenai penerapan peraturan KITE, serta penegasan kembali mengenai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23/PMK.03/2020 Tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Wabah Virus Corona, serta permasalahan yang dialami oleh para pengguna jasa. Selain itu, juga disampaikan topik mengenai waspada gratifikasi oleh Bapak Suratno selaku Kepala Seksi KPT Pengawasan.

Selain membahas peraturan, dalam Vidcon ini para pengguna jasa juga melakukan diskusi serta konsultasi dengan narasumber terkait permasalahan mereka selama menggunakan fasilitas kepabeanan. Dengan adanya Sosialisasi ini, diharapkan dapat menjadi wadah para pengguna jasa untuk berkonsultasi dan memecahkan masalah yang dihadapinya, serta memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai peraturan kepabeanan dan cukai.