Krisis Karena Pandemi, Bea Cukai Bantu Sesama Lewat Patungan Sembako

Pandemi Covid-19 atau kita kenal dengan virus Corona, telah menimbulkan efek di seluruh aspek. Tidak hanya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), juga larangan mudik, Covid-19 juga menyebabkan kegiatan perekonomian masyarakat cukup terganggu. Akibatnya, beberapa lapisan masyarakat terkena dampak paling besar berupa menurunnya penghasilan sehingga kesulitan untuk menopang kebutuhan hidupnya.

Dalam rangka Project Donasi Sembako yang dilaksanakan oleh Bea Cukai Peduli x PLI Milenial, Kantor Wilayah DJBC Jakarta telah menyalurkan 30 paket sembako yang berasal dari hasil donasi yang dikumpulkan sejak tanggal 13 April – 20 April 2020. Paket sembako tersebut disalurkan kepada pekerja lepas dan pekerja harian yang berada di sekitar daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Tidak hanya Jakarta, hasil donasi tersebut juga disebarkan di seluruh daerah di Indonesia melalui satuan kerja Bea Cukai di masing-masing daerah tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang dirasakan oleh saudara-saudara kita. Karena saat ini, uluran serta gotong royong kita lah yang akan paling cepat sampai kepada mereka. Semoga kita semua tetap kuat dan terus bergandengan tangan dalam menghadapi masa-masa sulit ini. Aamiin.

Di tengah Pandemi, Bea Cukai Kanwil Jakarta Berikan 2 Fasilitas KITE dan PLB

Di tengah situasi pandemi COVID-19 atau kita kenal dengan sebutan Virus Corona, Bea Cukai terus berupaya memberikan pelayanan prima tanpa mengurangi rasa waspada terhadap penyebaran penyakit tersebut.

Untuk menunjang kegiatan ekspor nasional, pada hari Selasa (21/04), Kantor Wilayah DJBC Jakarta telah memberikan dua perizinan fasilitas yaitu Fasilitas KITE kepada PT Surya Mandiri Tekstilbuana, dan Fasilitas PLB kepada PT DHL Global Forwading Indonesia. Pemberian izin ini dilaksanakan 1 jam setelah dilakukan pemaparan profil dengan tetap menerapkan aturan Physical Distancing dan Protokol Corona.

Dengan adanya pemberian fasilitas KITE dan PLB, perusahaan akan mendapatkan berbagai kemudahan yang menunjang proses bisnisnya. Manfaat Fasilitas KITE ialah kemudahan berupa pengembalian Bea Masuk, yang dapat menekan cashflow perusahaan sehingga mendorong peningkatan daya saing perusahaan, investasi, dan ekspor nasional. Sedangkan untuk PLB, perusahaan tersebut akan mendapat beberapa manfaat seperti penghematan biaya sewa gudang, pemotongan biaya pengangkutan barang, percepatan pengeluaran barang di pelabuhan, peningkatan cashflow bagi perusahaan karena mendapat penundaan membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI).
PT Surya Mandiri Tekstilbuana merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi tekstil terutama di bidang kain rajut dan pakaian seragam. Selain itu, dalam kondisi Pandemi Covid-19 perusahaan ini juga memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) yang ditujukan untuk para tenaga medis. Setidaknya PT Surya Mandiri Tekstilbuana dapat memproduksi 50 ribu potong pakaian per bulan dan diekspor ke mancanegara.

PT DHL Global Forwarding Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang logistik serta . Saat ini, PT DHL Global Forwarding Indonesia memiliki 10 Cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki sertifikat ISO 14001:2015 serta Authorized Economic Operator (AEO).

“Fasilitas Kepabeanan ini merupakan investasi negara terhadap perusahaan tersebut. Kami harap perusahaan tersebut dapat memberikan hasil yang optimal berupa peningkatan perekonomian di Indonesia.”Ujar Decy Arifinsjah, Kepala Kantor Wilayah DJBC Jakarta sebelum memberikan perizinan secara simbolik.

Sosialisasi Kepabeanan dan Cukai Kepada Stakeholder

Dalam suasana menghadapi pandemi Covid-19 atau kita kenal dengan sebutan virus Corona, Kantor Wilayah DJBC Jakarta terus berupaya memberikan pelayanan kepada pengguna jasa.

Walau masih dalam suasana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan situasi Tanggap Darurat Corona, Kantor Wilayah DJBC Jakarta tetap memberikan edukasi dan sosialisasi kepada para pengguna jasa dengan melakukan Sosialisasi dan In House Training Peraturan Kepabeanan dan Cukai melalui Video Conference pada hari Selasa (14/04).

Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang pengguna fasilitas Kepabeanan seperti KITE dan PLB. Vidcon tersebut dipandu oleh Bapak Ricky Mohamad Hanafie selaku Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah DJBC Jakarta. Selain itu, hadir pula narasumber dari berbagai kantor Bea Cukai seperti KPPBC TMP A Jakarta, KPPBC TMP A Marunda, KPU Tipe A Tanjung Priok, dan KPU BC Tipe C Soekarno Hatta.
Beberapa topik yang dibahas antara lain mengenai penerapan peraturan KITE, serta penegasan kembali mengenai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23/PMK.03/2020 Tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Wabah Virus Corona, serta permasalahan yang dialami oleh para pengguna jasa. Selain itu, juga disampaikan topik mengenai waspada gratifikasi oleh Bapak Suratno selaku Kepala Seksi KPT Pengawasan.

Selain membahas peraturan, dalam Vidcon ini para pengguna jasa juga melakukan diskusi serta konsultasi dengan narasumber terkait permasalahan mereka selama menggunakan fasilitas kepabeanan. Dengan adanya Sosialisasi ini, diharapkan dapat menjadi wadah para pengguna jasa untuk berkonsultasi dan memecahkan masalah yang dihadapinya, serta memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai peraturan kepabeanan dan cukai.